Banyak yang berubah dari semua cara yang aku lakukan kini. Nyata, menikmati hidup bukan harus dengan mengejar sukses atau mengejar sosok yang pasti sudah di tentukan.
Aku belajar dari mereka. Orang – orang tengil yang idealis. Sedikit tak pernah ada kata mengeluh, bukan karna tak punya keluhan, mungkin karna mereka BERSYUKUR.
“Bahagia ada “disini” bukan ada di orang lain. Bersyukur maka akan lebih merasakan yang namanya kebahagiaan. Bangladesh adalah Negara termiskin di dunia, tapi Bangladesh adalah Negara paling bahagia di dunia, karna mereka bersyukur. “
Saat keluhku tak dapat di bendung, kata – kata itu yang merasuk dengan sendirinya ke “sini” tanpa di sadari. Dan aku sadar aku lebih beruntung dari pada yang lainnya.
Aku belajar memikirkan hal-hal yang lebih penting untuk di fikirkan dari sekedar sosok yang pasti sudah di tentukan. Aku sadar, jodoh ku biar DIA yang mengatur. “klo soal cwe/cowo, buat gua lucu aja klo smpe di bawa rungsing”, mengingat kata ini seakan menyadarkan ku bahwa ini sudah ada yang mengatur. Hari ini dan seterusnya hanya perlu menjalani hidup ini dengan cara yang baik. Bukan dengan memikirkan hal-hal yang sudah di atur. Bukan karna “mentok”, atau bukan karna “berharap”, aku sudah tak ingin di bodohi oleh “keajaiban rasa” tapi semestinya aku yang memanajemen hati agar keajaiban rasa itu justru memberikan energi positive, bukan sebaliknya. Sulit. “Manajemen hati” tak segampang ketika aku mengetik kata itu. Tapi semua hal yang aku tau, semua akan jadi lebih ringan kalau menjalaninya dengan tulus. Semakin hari semakin aku rasakan. Aku mulai menikmati hidup ini.
Aku mungkin orang yang paling bodoh dalam menghadapi masalah. Di pendam dalam hati nyata tak menyelesaikan. Tapi bukan berarti aku harus mengumbar masalah. Aku hanya perlu melakukan, tidak melawan masalah dengan jalan beriringan itu lebih baik. Dan akhirnya bukan lagi menjadi beban fikiran. (aku berharap ini akan berjalan lama. Amin).
Mencoba membuka telinga tuk aliran musik yang lain. Nyata, musik lalu justru memberikan sugesti positive. “lagu jaman bokap gw banget siy sel”. Komen mereka. Tapi aku akui aliran musik ini bukan lagi menjadikan ku semakin autis.
Singkatnya, “ngadain pola fikir, dengerin aliran musik yang beda, ngobrol sama orang-orang idealis, bergaul sama orang yang bersyukur, Jadi lebih ngerti gimna nikmatin hidup dengan cara yang baik.”
Terima kasih. Memberi sedikit rongga di otak ku agar menyadari ada cara lain yang lebih baik dalam menjalani hidup ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar