
Sepi...
Tak ada suara yang menemani ku kali ini. Hanya itu yang ku rasa sekarang. Tak ada lagi getaran hati yang membuat ku takut padaNya. Sepi kurasa karna aku tlah merobohkan bangunan taqwa yang telah ku bangun dengan susah payah. Dan ntah mengapa kini aku robohkan dengan penuh kemarahan. Mungkin aku lupa bahwa masih ada campur tangan mereka saat aku membangunnya. Mereka pun hanya bisa bertanya " Mengapa kau merobohkan bangunan yang tlah kau bangun dengan kami? ". Aku hanya diam tak ada sepatah kata pun yang keluar dari bibir mungil ini. Tak ada alasan yang tepat mengapa aku merobohkannya. BOSAN. Mungkin hanya kata itu yang mampu mewakilkan semua alasan ku. Ntahlah... hati ini rasanya sepi tanpa bangunan taqwa...
Bingung..
Aku tak tau harus berlari kemana saat ego mulai mengendalikan aku tuk melupakan bangunan itu. Jauh di dasar batin ku yang menyala, aku inginkan bangunan itu kembali seperti dulu, seperti awal aku membangunnya. Tapi rasanya tak mungkin. Karna aku harus membangunnya dari awal. Dan aku membutuhkan hati yang bersih, fikiran yang yakin dan percaya bahwa DOI mengatasi aku di Atas sana. Aku pun mundur tuk kesekian kalinya saat aku meyakini bahwa aku mampu membangunnya lagi. Oh Tuhan,, apa yang harus aku lakukan agar ego ku tak lagi mengusir keyakinan itu. Agar aku mampu dan percaya bahwa bangunan itu mampu aku bangun kembali seperti dulu.. Ya,, bangunan Iman dan Taqwa yang selalu membuatku takut pada Nya,,,
INgin...
Aku ingin dekat dengan DOI seperti dulu. Keinginan untuk mengembalikan hati ku yang bergetar hebat saat lantunan ayat suci aku baca dengan penuh kesunyian. Keinginan agar air mata ku meleleh saat aku mendengar dengan sayup bait - bait syair lagu " Ku tau cinta mu kepada umat, ummati ummati ". Dan aku ingin menjadi investasi tuk keluarga ku kelak..
Uffhhh namun SULIT...


